Kemudian, jika ingin agak jauh dari rumah untuk merasakan sensasi lain dari Bakso, maka dengan cukup mengendarai motor tak sampai 10 menit maka sampailah di Erasa dimana Bakso Anda berada. Bakso Anda ini sendiri sebenarnya bakso langganan ketika masih duduk di bangku SMA yang tak jauh dari lokasi tersebut sekitar tahun 2002 yang lalu dan masih tetap eksis hingga saat ini, meski telah berpindah-pindah tempat dari sejak berdirinya hingga sekarang ini tapi jaraknya pun tak jauh dari lokasi sebelumnya, saya faham bahwa lokasi tersebut sangat strategis karena dekat sekolah, puskesmas maupun kantor lurah sehingga pelanggan bakso ini pun banyak.
Nah saat penulis sudah keluar dari Kecamatan Labakkang untuk beraktifitas di Kecamatan Bungoro masuk desa keluar desa selaku pendamping desa CSR PT. Semen Tonasa, maka saat dihinggapi rasa lapar yang begitu berat maka pilihan terbaik adalah singgah makan siang di Bakso Goyang Lidah yang berlokasi di depan SMK Muhammadiyah Bungoro tak jauh dari lampu merah prapatan Bungoro only 200 meter saja kalau tak salah memperkirakan, hahaha.
Karna saya ini double job di dua tempat maka kantor utamaku juga ada 2 tentunya satu di Sapanang Bungoro dan Satu lagi di Mauraga Pangkajene yang menyenangkan dari kedua pekerjaan ini adalah karakternya sama di bidang pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan perempuan di 3 Desa dan 4 Kelurahan yang tersebar di 3 Kecamatan yakni Pangkajene, Minasatene dan Bungoro setiap harinya. Jadi untuk menikmati makan siang mayoritas lebih banyak diluar daripada dirumah. Bukan hanya makan siang juga sih, kadang sarapan dan makan malampun biasanya habis di lapangan.
Ketika saya berada di kantor Mauraga Pangkajene maka saya paling sering menikmati bakso andalanku namanya Bakso Quary, rasanya sumpah enak banged dan yang paling menyenangkan karena lokasinya dekat dengan kantorku, Cuma jalan 5 menit nyampe deh. Pengunjung bakso ini pun selalu full setiap harinya, kadang malah pembeli harus antri sampai 15 menit untuk bisa menikmati bakso ini dan pengunjungnya pun ada yang sengaja datang jauh-jauh dari Labakkang, Segeri atau Ma’rang hanya sekedar untuk makan Bakso di tempat ini.
Kadang saya bertanya, nih penjual ngasi apa yah ke Baksonya kok enak banged, sampai makan siang dan makan malam saya nyaris di Bakso Quary semua. Pun kalau tidak makan bakso hari itu karena teguran stafku dikantor yang mengingatkan jangan makan Bakso trus sesekali makan nasi, barulah saya nyari Nasi. Makanya jangan heran kalau wajahku yang super manis ini udah sebulat Bakso langgananku.
Sang penjual Bakso di tempat ini pula sudah menganggap aku langganan VIPnya. Saya baru datang saja, belum mesan misalnya udah dia tebak aja, “Mbak pasti mau makan Pangsit Bakso” hahahaha. Yah, saya pilih menu Pangsit Bakso setiap kali makan ditempat ini, maklum saya sedikit terpengaruh dengan artikel tentang Mie Instant yang panjang itu katanya gak baik terlalu banyak makan mie, apalah segalaa macam gituh, maka saya pun lebih bijak memilih mie pangsit saja yang lebih alami proses pembuatannya.











