Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 April 2017

Jelajah Lebih Asyik Bersama ABIE ADVENTURE !

Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan selain terkenal dengan pulaunya yang banyak dan juga indah sebagai destinasi wisata atau travelling bagi sejumlah traveler, wilayah pegunungan pun tak kalah serunya untuk ditaklukkan. Gunung Bulusaraung misalnya tentu sudah tidak asing lagi bagi kamu para pendaki gunung yang stay di Pangkep karena awal pendakian dimulai dari Desa Tompobulu Kecamatan Balocci. Dan yang juga lagi hits sekarang untuk dikunjungin adalah bukit teletubbies yang ada di Kecamatan Tondong Tallasa.  

Nah jika kalian hobby travelling sambil mendaki gunung maka perlengkapan travelling tentunya menjadi penting untuk disiapkan agar travelling kalian lebih menyenangkan plus yang hobby bawa kamera untuk mengabadikan seluruh moment ini menjadi sesuatu yang wajib serta untuk dibawa.

Kabar gembiranya adalah kalian yang tinggal di Kabupaten Pangkep tidak perlu sulit untuk mencari berbagai perlengkapan ini, yup sekarang semunya bisa kalian dapatkan di Toko ABIE ADVENTURE.



ABIE ADVENTURE menjadi pusat perlengkapan kebutuhan traveller yang hoby mendaki gunung, pokoknya barang yang dibutuhkan selalu ready. 



Bagi kalian yang aktif di social Media facebook mungkin sudah melihat berbagai foto koleksi perlengkapan ABIE ADVENTURE yang menyediakan Produk yang bermerk mulai dari sendal Eiger, daypack Consina, topi rimba, Hammock claw, jaket Consina , cerrel Consina, SB (sleeping bag), celana pendek, webing, magnesium, tabung portable, tenda bulan, pisau lipat dengan berbagai brand yang sudah terkenal diantaranya Eiger, Consina, Rei, forester, cotrek, Boogie, claw, avtur, avtech dan Savana. Atau mungkin kalian sudah jadi pelanggang tetap ?

Sejarah ABIE ADVENTURE

Koleksi Barang ABIE ADVENTURE 
Sebelum jadi ABIE ADVENTURE seperti sekarang ini, toko ini dulunya dikenal dengan nama Toko Dagadu, pertama kali hadir di Kabupaten Pangkep tahun  1999 tepat di Bungoro ( sebelum lampu merah) perempatan Jalan Poros dan sebelumnya hanya menjual berbagai produk asli oleh-oleh dari Jogyakarta kayak kaos Dagadu, gelang hingga kemudian bermetamorfosis menjual produk mendaki saat itu karena komunitas pecinta alam lagi booming plus banyaknya permintaan atau saran dari pelanggan yang membutuhkan perlengkapan tersebut maka bahan dagangan pun berkembang menjadi daypack, sendal, celana, matras dan lainnya saat itu terkenal merk the nortface, Alfina, Boogie, Avtech, Eiger dan menjadi toko Outdoor paling laris sejak itu sampai tahun 2010. 

Dan akhirnya karena kondisi pelebaran Jalan tahun 2015, toko ini pindah ke Jl. Sultan Hasanuddin sebelah timur Kantor Bupati (Tepat dibelakang kantor pemadam kebakaran (DAMKAR) dengan nama baru ABIE ADVENTURE.


Don’t Worry, kalian bisa kenalan dengan ownernya Rasti Bintang untuk melihat koleksi barang-barang terbaru di toko ini atau mau pesan via online pun dilayani, so pastikan datang ke ABIE ADVENTURE yah untuk melihat koleksi terbarunya. Jangan lupa alamatnya Belakang Kantor Pemadam Kebakaran Pangkep (samping Warkop Tiktas), Travelling asyik bersama ABIE ADVENTURE ! Jangan lupa add ownernya di facebook Rasty Bintang. Selamat Berjelajah !
Share:

Selasa, 28 Maret 2017

Keindahan Panorama Sunset Kampung Belae Minasatene

Jam sudah menunjukkan pukul 17:35 dan saya masih berada di salah satu Komunitas Binaanku di Kampung Belae Kelurahan Biraeng Minasatene. Saya sengaja jadi tukang ojek dulu mengantar teman yang kebetulan saya plot menjadi pemateri untuk ke lokasi ini guna memberikan materi penguatan posisi perempuan sebagai khalifah yang diciptakan untuk beribadah kepadaNya selaku makhluk terbaik ciptaan Allah dan langkah pertama yang harus ditempuh adalah dengan mengenal baik diri kita dengan jalan selalu bersyukur atas apapun keadaan yang kita miliki. 

Materi yang dibawakan sangat menyenangkan hingga para peserta komunitas ini sangat antusias mendengar setiap sesi pembahasan yang di bawakan oleh Mbak Sukma Paramitha yang berprofesi sebagai Penyuluh Kementrian Agama Non PNS plus Agen Peace Generation. 

Menjelang Magrib setelah semua sesi selesai, kami berpamitan untuk pulang agar bisa mengejar shalat Magrib di kantor setelah mengantar Mbak Sukma balik ke Kampungnya di Tekkolabbua. 




Dalam perjalanan pulang inilah tak jauh dari Rumah Informasi Kawasan Pra Sejarah Belae melewati sawah yang tak berisi tanaman padi ini kami melihat panorama Sunset yang tak biasa. Saya langsung ngerem motor tiba-tiba dan membuat Mbak Sukma kaget, kenapa saya berhenti dengan tiba-tiba setelah melaju begitu kencang dari lokasi pertemuan karna mengejar Shalat Magrib. Kuminta Mbak Sukma melihat ke arah kanan jalan, saya berlari dan meminta untuk di foto dan diabadikan menggunakan Android Samsung Galaxy E7 pemberian teman dan jepret 1, 2 dan 3 hingga saya merasa hasilnya sungguh menakjubkan, gak nyangka sekeren ini sunsetnya. Subhanallah, ini terlalu indah Tuhaaan dan itu ada di Kampung Belae, ada di Kelurahan Biraeng Minasatene Kabupaten Pangkep yang tak jauh dari Jantung kota, tak perlu berburu sampai keluar kota. Keindahan itu ada disini. 


Saat ini Kampung Belae yang merupakan bagian dari Kelurahan Biraeng Kecamatan Minasatene ini memang lagi disulap menjadi salah satu destinasi Wisata bernuansa alam oleh Pihak Pariwisata Kabupaten Pangkep. tak jauh dari lokasi saya menemukan Amazing Sunset ini, juga tak jauh dari tempat saya berkegiatan ada karst unik Belae yang menjadi pusat kunjungan sejumlah wisatawan baik dalam maupun luar Negeri, bahkan kata Ibu Dusun Hj Nurhayati yang tak lain ketua kader kelompok tempat dimana kami setiap bulannya berkegiatan pembinaan kelompok perempuan Balai Sakinah 'Aisyiyah (BSA) Belae, kemarin Senin sebanyak 12 tamu dari Jogjakarta mengunjungi Karst Belae ini dengan perantara pihak Dinas Pariwisata dari Makassar setelah sebelumnya meminta izin dari pihak Pemerintah setempat. Tapi cukuplah Amazing Sunset ini dulu yang kalian nikmati yah !


Nanti akan saya bahas khusus untuk para Traveler luar kota yang ingin melihat seperti apa dan bagaimana cara berjelajah ke kawasan Karts Kampung belae untuk menikmati berbagai paket keindahan yang ditawarkan. Dan saya pastikan kalian gak bakal nyesel mengunjungi kawasan ini, bule swedia ajah udah main kemarin hehehe. 


Share:

Senin, 27 Maret 2017

Saat Blogger Ketinggalan Pesawat Ke Jogya


Jika anda gagal merencanakan maka sama halnya anda merencanakan kegagalan. Kata bijak ini seharusnya menjadi peringatan penting bagiku dalam menjalankan seluruh aktifitasku khususnya pekerjaanku yang sering membuatku harus keluar kota. Perencanaanku gagal eeee hahaha, bukan gagal belum berhasil saja hahahaha.

Hari ini Senin 20 Februari jam 7 pagi seharusnya saya sudah flight ke Djogjakarta untuk mengikuti workshop hasil research Migunani, ticket pesawat sudah di order pergi dan pulangnya oleh panitia setelah tarik ulur sih soalnya pemberangkatan saya yang saya request 20 sampai 22 sesuai dengan fasilitas yang ada, taunya panitianya salah order cuman sampai tanggal 21 terpaksa direschedule lagi, soalnya nyesek amat waktunya habis meeting sore harus buru2 pulang magrib duh, hellowww butuh istirahat kali, belum nyari oleh2 untuk mereka yang kemarin belum sempat dapat, acaranya sih besok tanggal 21 Februari pagi di Alana Hotel, tapi sebelumnya saya dan peserta lainnya sudah difasilitasi untuk datang lebih awal tentunya, biar gak lelah.

Sejumlah rekan yang kemarin bersama saya ke Sydney dari NGO yang berbeda seperti Koalisi Perempuan Indonesia Kak Lina May dan KP2SK Rumi Handayani dan juga mbakku tersayang Yanti Ratna dari Komnas Perempuan yang udah aku provokasi sedemikian rupa bikin planning jelong-jelong selama di Djogja setelah meeting hahahaha dalam kegiatan ini, maka janjianlah kami untuk bertemu dan melakukan perencanaan menggunakan waktu untuk tiba lebih awal biar bisa jalan-jalan ke beberapa spot menarik di Djogja mesti ini bukan yang pertama kalinya, apalagi tujuannya kalau bukan buat selfie dan wefie sebagai kenangan masa muda kami nantinya saat tua hahaha. Jadwal pemberangkatan Mbak Yanti dan kak Lina May aku minta ambil pagi, Mbak Yanti malah dating subuh-subuh dari Batavia ke Djogja wkwkwkwkwkwwk.

Last Check in di ticket pesawatku adalah jam 7, saya sudah meminta driver rentalku bahwa jam setengah 6 subuh pokoknya setelah sholat subuh kami harus sudah berangkat, tapi duh sialnya driverku datang jam 5.45 menit telat 15 menit, belum mampir beli bensin dan akhirnya kejebat macet, baru ngeh ini hari senin woeeee, ah sudahlah, biasanya kami berangkat pagi juga tapi gak semacet ini.

Pas nyampe di perempatan masuk bandara jam sudah menunjukkan jam 7 teng kemudian rekan saya yang sama-sama berangkat dari Makassar nelpon Kak Lina May dari Koalisi Perempuan Indonesia dan menyampaikan bahwa dia sudah di Bus menuju pesawat, aaaakhhh…..saya sudah telat ujarku pada driver tersebut dan ia masih menenangkan bahwa “pasti dapat kok Mbak Nhany, Insha Allah”, halloooo….ini garuda duh” gumamku dalam hati, putus asa iyah, bête, iyah, jengkel jangan ditanya. Tapi disisi lain hati ini berupaya untuk tetap tenang dan mencoba flashback ke belakang bahwa segala sesuatu pasti ada hikmahnya termasuk keterlambatan ini, tapi sebelum lebih jauh merenung, aku tersadar kembali ini kasus kedua saya ketinggalan pesawat hahahaha balada ketinggalan pesawat ini terjadi pada bulan November saat akan bertolak ke Bali. Jangan salah, ini bukan seorang saja alias diriku, ini 3 orang dengan 2 staf kantorku yang niatnya menghabiskan waktu 3 hari disana untuk liburan setelah kelelahan bekerja ah ini kisahnya panjang juga tapi pada akhirnya ikhlas dan mestilah beli ticket baru nombok euy hahahaha. Pas nyampe di bali rencana mau hemat gara2 ada pengeluaran dadakan ee belanjanya teteup aja banyak hahahaha.

Kembali balada ketinggalan pesawat menuju Djogja ini, saya kabari anak-anak staf gua di grup whatsapp kami bahwa diriku telat berbagai respon yang masuk dan menanyakan kenapa bisa, kenapa telat, blab la bla kalian bisa prediksi sejumlah pertanyaan yang mereka ajukanlah yah.

Saya mencoba menjawab dengan bijak atau tepatnya kesannya nrimo hahaha bahwa sudah takdirnya dan mungkin situasi ini seperti ini, ada yang mengkrtisi sikapku kenapa masih menggunakan driver yang sama yang sudah membuat kami telat juga waktu ke Bali, insiden kehilangan kamera saat pulang dari jelong-jelong di Makassar juga yang sempat kami curigai dan lainnya yang membuat sebagian anak-anak ini gak sreg tapi saya jawab lagi-lagi dengan bijak menjawab bahwa memberikan kesempatan untuk berubah adalah caraku mencoba membangun kepercayaan pada orang lain, berprasangka baik sambil melihat perubahan yang terjadi setelahnya hahahaa, seperti program yang kami tangani terkait upaya memajukan kaum perempuan melalui berbagai kegiatan apakah perilakunya berubah setelah intervensi program atau tidak tidak langsung atau instant kelihatan hasilnya.

Panjang lebar saya memberikan jawaban yang kelihatannya bijak tapi saat sebelum mengakhiri obrolan dengan penghuni grup Jojoba (Jomblo-Jomblo Bahagia) ini, jangan Tanya kenapa nama grup kami Jojoba yah haahhaha kalian bisa mendugalah personil kayak gimana semua hahaha pesan penting dan nyelekit dari member termuda di grup ini adalah “Its Oke to be nice, but not for being stupid”, ah cermin mana, mau nanya ama cermin, emang hari ini saya sebodoh itu wkwkwkwkw.

Nasi sudah jadi bubur, sisa dinikmati ia nggak ? seperti kata mutiara di Profil IGku, bahwa daun yang jatuh berguguran sekalipun tuh sudah jadi kehendak Allah, jadi gak usah risau, nikmati saja untuk menjadi pelajaran berharga di masa depan. Begitu kira-kira, yah akhirnya nyari penerbangan berikutnya setelah cek jadwal, berburu lion jam 2 siang ternyata full kembali deh ke garuda deh ambil penerbangan sore jam 5, nombok 992 ribu hahaha.
Nunggu Jam 5 Sambil Ngeblog, Apa daya, wajah sudah kucel kayak begini hahahaha

Pesan moral hari ini yang jarak rumah ke Bandara membutuhkan waktu yang banyak sebaiknya untuk penerbangan pagi jam 7an kalian berangkat jam setengah 5 pagi, sholat subuh di bandara sahaja. Bukan apa-apa kalau lu kaya dan banyak duit mah gak apa kalau telat, tapi kalau gaji masih pas-pasan kayak gua selain memang harus ikhlas dengan situasi yang ada dan jika kalian sering diperhadapkan pada situasi tiba masa tiba akal alias terburu2, please jangan pake ini untuk urusan negoisasi dengan pesawat. Ini bukan drama korea yah mellow dan baper saat telat ketinggalan pesawat trus tiba-tiba ketemu cowok ganteng yang masih single, kaya, mau kenalan dan ngajak nikah dan akhirnya hidup bahagia hingga bikin buku “karena ketinggalan pesawat aku bertemu dengan jodohku” hahahaa yang ada karena telat saya ketemu Tante Cantik ini Lenynda Tondok dari Tator yang ternyata lagi mau ke Surabaya karena saudara iparnya meninggal, safe flight dah kak Len, seneng ketemu disini dengan situasiku begini hahaha.

With Lenynda Tondok From Tanah Toraja Awardee STA 2 di Sydney 

Hidup ini yah kenyataan hari ini, kalau gak meninggalkan yah di tinggalkan huaaaaaaaahahaha. Jika sudah di rencanakan tapi pada akhirnya ada kendala dan mengubah jalan hidupmu, jangan Tanya saya yah hahahaha, aku menunggu jam 5 sore dengan menulis ini di ruang tunggu, akh untuk kalian semua.


Di balik kesedihanku yang ketinggalan pesawat, pas ngeliat foto Mbak Yanti dan Kak Lina May yang sudah di bandara Adi Sucipto, malah bikin ngakak, mereka seperti terdampar di pulau tak berpenghuni setelah mengikuti peta yang ku berikan hahahaha aseeeem muka mereka berdua mikirin aku hahahaha.
Share:

Because Of Trinity The Nekad Traveller Movie, This Is My Plan Travelling !

Hari minggu kemarin saya dan teman-teman kantor juga sahabatku yang baru balik dari Jakarta Asma menyempatkan untuk nonton film travelling yang lagi hits dan konon katanya menghabiskan biaya hingga 12 M dalam proses pembuatannya keliling Indonesia dan luar negeri untuk shooting beberapa lokasi apalagi kalau bukan The Nekad Traveller yang dibintangin Maudy Ayunda dan si cowonya Raisa Hamis Dawud, itu kata Berita Gosip yah. Aku sih berharap gak bener, tapi kayaknya demikian sih hihihi. 

Film ini diangkat dari kisah nyata seorang Blogger Travel loh ! Wah keren, kali ajah, blog ini juga bisa se-hits ini dan diangkat ke dalam film, yeee maunya hahahaha. 

Foto by Google 

Dari sejak awal promo saya ikutin di Intagram resminya, yang katanya bakal tayang resmi pas Harpitnas, pun tau apa itu  Harpitnas pas lihat nih movie, Harpitnas alias Hari Kejepit Nasional kirain Hari Piknik Nasional hahaahha. Lengkapnya Harpitnas kayak apa, tonton dah filmnya yah gaes traveller !

Apa yang menarik dari film ini, menit awal Si Mbak Trinity melakukan perjalanan ke Lampung ngeliat festival Layang-Layang, wisata kuliner, ngeliat Gajah dan ke gunung Krakatau dengan cowok local wuihhhh mau euy mauuuu. Padahal Ini juga plan saya loh tahun ini sejak ketemu teman yang berasal dari Lampung si Ana Pratiwi pas ke Sydney bareng kemarin, saya malah sudah di janjiin bakal diajakin jalan pokoknya kalau main ke Lampung. And then, Pas ngeliat si Nekad Traveller juga main ke Lampung, maka bertambahlah semangatku buat ke Lampung tahun ini hahahaha. Semoga !

Nah, ini cewek Jilbab kuning anak Lampung Ana Pratiwi

Habis ngexplorer Lampung, Mbak Trinity kemudian main ke kotaku, Yaelah Makassar bo! Pantai Losari dan videogram lucu Uncle Cimbo pun kelihatan disini meskipun cuman bentar doang hahaha, logat Makassar anak muda juga semua terdengar jelas pas adegan kunjungan Makassart ini hahaha, Makassart tempat aku lahir, tapi besar di kampung Labakkang Pangkep (info gratis) hahahaha.

Haduuh, syukur bener, kota Daeng menjadi tujuan wisata dalam film ini, gak tanggung-tanggung, gara-gara ketinggalan pesawat, yaelah adegan ini juga kayak adegan saya pas ketinggalan pesawat waktu mau ke Bali bareng The Unyu, juga terakhir gua ketinggalan pesawat pas mau ke Djogja ikut meeting kerjaan hahaha, dampak ketinggalan pesawat ini membuat si Mbak Trinity harus mesen flight berikutnya dan waktu yang hampir 8 jam ini digunakan untuk main ke Rammang-Rammang Kabupaten Maros bo, oalaaaaah, padahal waktu aku ketinggalan pesawat pas mau ke Jogya Februari kemarin kurang lebih 8 jam juga loh, tapi yang aku lakukan cuman makan dan main IG hahahaha, ini film bener sumpah “brengsek” banged, aku sendiri tetanggaan ma Kabupaten Maros tempat dimana Rammang-Rammang berada malah belom sempat main kesana, meski alasannya karena belum tertarik amat sih, gak taunya se-Indonesia sudah bisa ngeliat Indahnya Rammang-Rammang melalui film The Nekad Traveller.

Duh, apaan yah aku ini, katanya Traveler, Rammang-Rammang se-Hits ini saja belum aku kunjungin wkwkwkwk apa kata duniaaaaa, coba si Mbak Trinity juga ke Pulau Camba-Cambang Kota Pangkepku, pasti film ini tambah keren yah hahaha sisa setengah jam tuh nyampe ke Pangkep mbak Trinity. 

Nah, kegalauan yang tergambar dari seorang traveler kayak Mbak Trinity yang notabene pekerja kantoran ternyata urusan cuti. Saya kira ini juga masalah kami yang suka alias hobby jalan-jalan tapi terkendala izin dan juga duit yang pas-pasan, hihihi.

Next, adegan selanjutnya Si Trinity main ke Fhilipina berpetualang di sekitar pasar bersama 1 gangnya, hmmm teamnya persis team saya pas ke Bali, 1 cowok 3 cewek hahaha (Baper) dan menikmati wisata culinary di salah satu restoran mewah langganan para president katanya. Yah lumayan taulah adegan situasi pasar ini coz film Warkop reborn juga terakhir ngunjungin lokasi yang sama dengan adegan Trinity ini.

Dan yang menarik adalah dari Fhilippina ini, Si Trinity dapat surprise email dari someone yang misterius banged buat travelling ke Maldives, wuaaaaaaaahhhh dapat ticket gratis dari seseorang yang ngaku Mr. X, Oh Tuhaaaaan, saya juga maaau dooong ada yang surprise-in gini, nih alamat emailku ---nhanyrachman686@gmail.com--- hahahaha nunggu ticket gratis pulang-balik Indonesia-Maldives, tempatnya subhanallahhhh, kalau banyak duit mah, bisa dihamburin kesana bersama orang yang tersayang. Make a wish ah, Amin!

Nih foto-foto Maldives yang super keren yang aku sadur dari google yah 




Di Maldives, ketemu cowok ganteng yang sempat ditemuin di Lampung pas ngeliat gajah yang bernama Paul yang di peranin si Hamish Dw, wow super romantic, baper gua sampe selangit hahahaha ah sudahlah, si Hamis diciptain buat si Raisa.

Bagaimana adegan selanjutnya dan bagaimana kiat Travelling si Trinity, kalian wajib nontonlah, kalau ngaku traveler yah, biar semangat berpetualangnya meningkat, biar seluruh alam dan isinya bisa kita nikmati dari seluruh penjuru. Semesta akan mendengar harapanmu !

Nah, effect nonton The Nekad ini Bulan Agustus ini udah planning mau Ke Lampung, so yang mau ke Lampung bulan itu hayooo ketemuan disana, semoga gak ada halangan, November plan keliling Jawa Timur silaturohim dengan teman-teman organisasi plus travelling ke berbagai tempat wisata di 3 Kabupaten Lamongan, Blitar juga Ngawi, Amiiin semoga gak ada kendala Dan plan menikmati tahun Baru di Unaaha Kendari pas Desember nemuin Ponakan-ponakan, tapi plan ini bisa lebih cepat sih kalau kangen ponakan gak bisa kebendung hahahaha. Semoga bisa terwujud, amin YRA !

So para Traveler sejati, yuk Nabung buat Travelling, hahahaha ! 
Share:

Jogya, Never Die ! Always Wanna Back, Again, Again and Again

Tebing Breksi Jogjakarta 2016

Sudah banyak artikel yang membahas berbagai tempat menarik tentang Jogya. Kali ini saya hanya ingin sharing beberapa lokasi yang dua tahun ini membuatku selalu rindu ingin kembali ke kota ini. Tahun  2016 yang lalu saya mengunjungi Jogya dua kali. Lumayan untuk mengeksplorer keindahan beberapa spot di kota yang istimewa ini. Bulan Februari tahun ini juga saya sudah berkunjung kembali ke Djogya, gak ada kata bosan deh setiap kali kesini. 

Berikut Foto-Foto Explorer Djogya ala Nhany Rachman Khan baik jalan sendiri maupun dengan teman-teman satu team yang ikut berangkat. Tapi satu hal yang harus kalian ketahui,  saya bisa sering ke Djogya tidak lain karena pekerjaanku hahahaha, waktu yang ada digunakan semaksimal mungkin mengunjungi lokasi wisata di sini :) Dan sepertinya Tahun 2017 petualang ke Djogya masih akan terus berlanjut. Jika kalian punya rekomendasi spot bagus yang bisa saya kunjungin, silahkan share yah di Kolom Komentar :)

1. Jogya Nol Kilo Meter di Malam Hari  

"Disini kamu bisa menikmati Foto Group yang disediakan oleh anak muda yang super creatif, tapi bayar yah"


Kunjungan Bulan Desember 2016

2. Candi Prambanan 


Candi Prambanan Desember 2016






3. Ratu Boko 

"Disini Rangga dan Cinta menikmati pertemuan mereka setelah 14 tahun berpisah dalam AADC2, CLBK euy!"

Ratu Boko Tempat Syuting AADC2


4. Malioboro 

"Jangan ngaku ke Djogja kalau gak main ke Maliboro"

Keliling Malioboro Murah meriah dengan Naik Becak November 2016

Salah satu pertunjukkan anak muda di Malioboro bisa kamu nikmati disini

Kunjungan ke Malioboro lagi Februari 2017


5. Tebing Breksi 

"Lokasi ini merupakan bekas tambang dan masih ada aktifitas tambang sih sampai saat ini namun kreatifitas warga Djogya yang ada di lokasi ini menjadikan tebing breksi sebagai spot unik untuk dikunjungin oleh para traveller, bayar lima ribu doang, monggo sudah bisa selfie sepuasnya"



Puncak Tebing Breksi bersama Mida Mardhiyah Nov 2016

6. upside-down-world-jogja

"Mau foto dengan cara unik alias kebalik-balik gitu, jangan lupa mampir kemari. Siapkan 100 ribu/orang untuk menikmati suasana di room ini, tenang ada stafnya yang bakal bantuin kamu buat moto"





7. Taman Pelangi 

"Malam hari pun pas kamu di Djogya, tetap bisa eksis dengan mengunjungi Taman Pelangi. Aneka lampion warna-warni seperti pelangi, siap memanjakanmu dalam suasana malam yang romantis dan istimewa"








 8. Taman Sari 

"Lokasi ini ada didalam kota, gampang banged untuk mengaksesnya. Spot ini memiliki sejarah yang harus kamu tahu dulu sebelum berkunjung, konon katanya kolam yang ada di Taman Sari ini adalah kolam permandian bidadari, selain itu lokasinya juga menyatu dengan rumah warga yang disulap sedemikian rupa menjadi tempat yang nyaman untuk berjelajah" 





So, kapan kita ke Djogya lagi ? :)
Share:

Minggu, 31 Juli 2016

Jakarta oh Jakarta !

Perjalanan pertama kali ke Jakarta tentu menyisahkan banyak cerita seru. Apalagi kalau bukan cerita mengunjungi aneka tempat wisata yang menjadi icon Ibu kota Jakarta. Sebut saja Monas, TMII dan Kota Tua merupakan 3 tempat wisata yang selalu menjadi target kunjungan para pendatang termasuk penulis, setelah melewati proses browsing dan rasa penasaran tinggi seperti apa sih kota Jakarta. Maklum, sebagai orang kampung, Jakarta hanya bisa di pantengin lewat layar televisi dengan aneka image yang terbangun sebagai kota yang rawan banjir juga macet yang sering dikeluhkan warga Jakarta di berbagai media.


Nah, berikut pengalaman penulis saat mengunjungi 3 tempat wisata di Jakarta yang bisa jadi rekomendasi bagi kalian saat akan berkunjung ke Jakarta yah, khususnya kamu yang baru pertama kali datang kemari, kunjungan penulis ke 3 tempat ini hanya satu kali kunjungan pada bulan April tahun 2016 ini.

Monas (Monumen Nasional)

Menyebut kota Jakarta maka yang paling terpikirkan bagi penulis adalah disana ada Monas. Monas yang bisanya hanya terlihat di berbagai berita di televisi seperti ingatan akan adanya seorang politikus yang berjanji akan menggantungkan dirinya di Monas apabila ia terlibat korupsi, nah loh hahaha. Sebahagian berita tentang Monas juga penulis lihat melalui kunjungan teman-teman yang lebih dahulu berkunjung ke Monas entah itu training, kunjungan keluarga dan tujuan lainnya, mereka dengan happy menshare berbagai fotonya di media social seperti facebook, Twitter dan Instagram dengan latar Monas dibelakangnya, dibelakang gedung yang menjulang tinggi dengan ujung puncak semacam keris orang Bugis-Makassar.


Bulan April yang lalu saat mengikuti training terkait bagaimana merancang kebijakan bersama Program MAMPU dan Puskapol UI di Hotel Harris Tebet, penulis mencuri waktu untuk mengunjungi Monumen Nasional dengan ketinggian 132 m (433 kaki) ini yang menurut sejarah didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari pemerintahan Hindia-Belanda dibangun oleh Bapak Proklamator sekaligus presiden pertama kita Soekarno.


Monas saat penulis dan teman berkunjung menggunakan roda dua, ramainya luar biasa, namun disitulah magnet tersendiri dari Monas yang begitu populer bagi warga Jakarta untuk menghabiskan waktunya berlibur atau sekedar melepas lelah setelah seharian berkutik dengan pekerjaan atau kemacetan di jalan raya.

Memasuki kawasan Monas bersama teman yang penulis daulat sebagai local guide ini karna kebetulan dia sudah lama di Jakarta nyari nafkah buat modal nikah hahaha meski tepatnya sih dia stay di Bekasi dan butuh waktu sekitar 45 menit untuk bisa sampai di lokasi training penulis mengantarkan dengan penuh keikhlasan menyusuri kawasan dalam Monas. Just Wanna Say “Thanks Yah Imam Santoso”Sebahagian besar pengunjung menikmati Monas dengan berfoto bersama keluarga, nyantai dengan duduk-duduk dibangku yang tersedia layaknya taman dan sebahagian pengunjung lainnya memilih berkeliling monas dengan kendaraan wisata seperti “odong-odong” layaknya kereta api yang ada di kawasan tersebut.

Sama dengan pengunjung lainnya, penulis pun mengabadikan kunjungan ke Monas ini dengan berselfie dan foto bareng dengan teman yang dibantu oleh pengunjung sekitar, setidaknya jika orang di Kampung bertanya pernah ke Jakarta atau tidak ? maka foto ini akan menjadi jawaban dan bukti yang tak terbantahkan, yah pernah dong sambil narsis hahaha. Di kawasan Monas ini pun kami menikmati makanan khas Jakarta, apalagi kalau bukan kerak telor. 


Gedung Monas ini sesungguhnya dibagian dasar memiliki Museum Sejarah Nasional Indonesia, tapi sayangnya penulis tidak sempat mengunjunginya karena mengejar waktu untuk bisa ke kota Tua Jakarta yang sesungguhnya merupakan tujuan utama kunjungan wisata penulis. Mengapa demikian, karena Kota Tua ini yang paling menarik pemandangannya saat di browsing hehehe, selain itu penulis juga pernah melihat foto teman kerja lainnya yang mengabadikan kunjungannya saat di lokasi tersebut dan itu sumpah indah banged. Entahlah, keindahannya memang pure tempatnya indah atau memang fotogrfernya yang begitu keren mengabadikan foto mereka. Yang jelas Old Batavia (Kota Tua Jakarta) ini keren, sehingga tak ada waktu untuk berlama-lama di Monas.  

Ah sudahlah, setidaknya ada yang terlewatkan dari Monas sehingga menjadi alasan bagi penulis untuk bisa kembali mengunjunginya di waktu yang akan datang. Teman penulis pun sempat mengatakan bahwa Monas akan jauh lebih indah jika disaksikan pada malam hari, disana terdapat lift yang dapat membawa pengunjung ke puncak Monas setinggi 115 meter dan seluruh pemandangan indah Jakarta dapat terlihat dari puncak Monas tersebut. Dan menariknya lagi, mengunjungi Monas tuh bikin happy, betapa tidak, biaya yang dikeluarkan untuk menyaksikan pemandangan Kota Jakarta di Monas cukup  dengan mengeluarkan budget sebesar 5 ribu hingga 10 ribu rupiah. Keren khan ! 

Kota Tua Jakarta (Old Batavia)

Target kunjungan setelah mengabadikan kunjungan di Monas adalah kota Tua Jakarta, jarak dari Monas untuk sampai ke Kota Tua ini hanya butuh waktu sekitar 15 menit. Sepanjang perjalanan, penulis begitu penasaran dengan spot ini. Hingga tibalah kami di Kota Tua Jakarta. Sesuai dengan namanya saat kaki mulai melangkah menyusuri tempat ini yang terlihat memang adalah bangunan-bangunan yang cukup klasik sehingga mungkin inilah yang menjadi alasan dinamakan kota Tua Jakarta. 


Menurut Wikepedia.org, kawasan wisata ini memiliki luas 1,3 kilometer persegi melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat serta dijuluki “Permata Asia” dan “Ratu dari Timur” pada abad ke-16 oleh pelayar Eropa sebagai pusat perdagangan untuk benua Asia karena lokasinya yang strategis dan sumber daya melimpah. Haa...demikian kutipannya yah, hahaha. Nah, pas nyampe disana, kami menyusuri sepanjang jalan di kawasan ini, namanya boleh kota Tua, tapi sesungguhnya kota ini sangat awet muda, gimana tidak? kreatifitas para anak muda yang menggelar dagangannya di sepanjang jalan serta aneka berbagai atraksi yang terdapat di kawasan ini sungguh menarik para pengunjung untuk mengabadikan dirinya. Sebut saja patung manusia dari berbagai karakter yang menjadi hiburan tersendiri bahkan penulis berasumsi mungkin mereka adalah mahasiswa/mahasiswi dari fakultas seni rupa universitas yang ada di Jakarta. Berikut sejumlah foto yang penulis sempat abadikan, enjoy !


Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Jika belum berkesempatan untuk berkeliling Indonesia, tak perlu khawatir. Dengan budget yang jauh lebih murah meriah, kalian dapat menikmati beraneka ragam pemandangan, karakter dan icon berbagai provinsi di seluruh Indonesia dengan kekhasannya cukup di Taman Mini Indonesia Indah. Sama dengan Monas dan Kota Tua, TMII juga merupakan kunjungan pertama kali penulis sehingga cukup eksited mengelilingi kawasan yang luasnya  kurang lebih 150 hektare atau 1,5 kilometer persegi dengan mengendarai Taxi bersama teman. Saking luasnya penulis sempat kebingungan spot mana dulu yang harus kami kunjungin sehingga Mas Panca sopir taxi blue birds yang mengantar kami didaulat jadi local guide ajah sekalian haahaha.  Biar lebih seru dan tulisan ini bernyawa, berikut foto-foto penulis saat di TMII.



Ada beberapa area di TMII yang kemudian kami kunjungin seperti Rumah Adat sejumlah Provinsi seperti Bali, Makassar, Padang, Lampung, kemudian kami juga menyempatkan berfoto di Taman Komodo bersama sejumlah anak TK yang sedang melakukan kunjungan wisata pendidikan, Istana Anak, klenteng Kong Miao, gedung Sasono dan berbagai permainan seperti uji nyali dengan menaiki kereta gantung guna menyaksikan TMII dari ketinggian dan itu amazing guys, meski  sempat deg-degan juga gimana kalau jatuh, khan penulis belum nikah huahahahaha. Selain itu yang paling mengesankan adalah untuk setiap anjungan Provinsi biasanya mereka menggelar festival khusus guna memperkenalkan kebudayaan provinsinya tak terkecuali Provinsi Sulawesi Selatan dengan tarian dan berbagai penampilan menarik lainnya yang menjadi ciri khas provinsi yang dinahkodai oleh Bapak Syahrul Yasin Limpo.  


Dari seluruh kunjungan di TMII yang membuat penulis terkesan saat menonton di gedung Keong Emas dengan layar 3 dimensi menyaksikan film tentang ilmu geologi perjuangan sejumlah pendeteksi gempa dalam menyelamatkan penduduk kota dari berbagai bencana, pokoknya keren deh, pengalaman lainnya saat menikmati makanan favorit penulis bersama teman yang makannya sumpah lelet banged hahaha. Awalnya dengan inisiatifnya mentraktir makan bakso, maka pesanlah kami, berhubung bakso di tempat umum apalagi ditempat wisata dan katakanlah cukup bergengsi ini jauh berbeda dengan  warung langganan penulis di kampung yang jumlah baksonya lebih banyak, maka mau gak mau penulis harus nambah menjadi dua mangkok hahaha. Kenapa Bakso jadi makanan favorit dan istimewa bagi penulis, Ini butuh pembahasan tersendiri, wait and see yeah!


Selebihnya tentu wisata belanja oleh-oleh khas TMII untuk para teman dan kerabat di kampung seperti baju, gantungan kunci dan assesories lainnya. Dan terakhir begitu kami hendak meninggalkan TMII di tengah jalan, kami sempat bertemu dengan Artis si Dede yang lagi sibuk syuting bersama crewnya, gak tanggung-tanggung Mas Panca yang nyopirin kami memprovokasi kami untuk mengabadikan pertemuan kami dengan foto bersama hahaha, akhirnya kami turun dan nyamperin si Dede “Thanks Mas Panca”.  ***
Share: